post title

Gubernur Berharap Pelabuhan Dungkek Menjadi Pendorong Ekonomi Sumenep

SUMENEP (Lenteratoday) – Keberadaan pelabuhan Dungkek, Sumenep, Jatim diharapkan mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi khususnya pariwisata. Pasalnya, pelabuhan ini menghubungkan Gili Iyang dan Gili Labak.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan harapan tersebut saat meninjau pelabuhan Dungkek, Minggu (7/3/2021).

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan bahwa pembangunan pelabuhan Dungkek yang menelan anggaran Rp 60 miliar dari bantuan keuangan (BK) APBD Jatim 2019 ini sudah mencapai 90 persen. Sedangkan pembangunan yang di Gili Iyang sudah mencapai 70 persen.

“Ingin melakukan berbagai percepatan untuk membangun konektivitas antarpulau dan ini mestinya bisa terkoneksi ke Gili Iyang. Pelabuhan mungkin baru 70%, pekerjaannya ini tinggal sedikit lagi, jalan ini, dan parkir,” kata Khodifah.

Lebih lanjut dia berharap pembangunan pelabuhan Dungkek bisa menjadi pendorong bagi kebangkitan ekonomi di Sumenep.
Dia yakin, pasti sektor lainnya akan bergerak. Seperti pariwisata juga gerak  bergerak. Dia berharap nantinya jumlah speedboat  bisa lebih banyak lagi.

“Saya pernah ke Gili Iyang. Dari sini 1 jam lebih kalau pakai perahu motor, sekarang pakai speedboat  kata Pak Bupati 20 menit. Artinya ini akan memberikan daya tarik bagi wisatawan untuk bisa menikmati oksigen terbaik di dunia yang Allah hanya turunkan di dua titik , satu di Jordania dan sati di Gili Iyang Sumenep, ini kekuatan yang luar biasa,” tandasnya.

Selain menghubungkan ke Gili Iyang, pelabuhan Dungkek juga menghubungkan ke  Gili Labak. Perjalanan dengan speeboat diperkirakan sekitar 35 menit. “Betapa sesungguhnya Raja Ampat itu sesuatu sekali, karena memang keindahan alamnya, keindahan dasar lautnya. Yang hobi snorkeling bisa melakukan banyak aktivitas di sana. Yang tidak kalah indahnya dari Raja Ampat adalah Gila Labak, sekali lagi ada di Sumenep,” tandasnya.

Untuk itu, lanjut Khofifah, apapun yang  memungkinkan bisa menjadi bagian dari pemicu pertumbuhan ekonomi akan terus dikembangkan. Namun demukian, tetap mempertimbangkan kearifan kearifan lokal

“Masyarakat Sumenep ini diharapkan bisa tersupport dengan selesainya pelabuhan di Dungkek sedikit lagi. Saya rasa teman-teman tinggal pengerasan jalan di sini dan disiapkan tempat parkir,” sambungnya.

Terlebih lagi, lanjut mantan Menteri Sosial ini, beberapa  FS (Feasibility Study) sudah dilakukan oleh Pemprov. DED (Detail Engineering Design)  juga sudah dilakukan oleh Pemprov. Dengan demikian, dia berharap bisa berseiring melakukan berbagai percepatan, yang bisa dilakukan untuk bisa memberikan pemenuhan kebutuhan masyarakat Sumenep terutama kepulauan.

Untuk diketahui Pelabuhan Dungkek dan Pelabuhan Gili Iyang Sumenep, merupakan bagian dari sirkulasi mobilitasi keuangan, arus transportasi barang dan jasa bagi penduduk Sumenep, dan beberapa kepulauan di sekitarnya.

Adanya perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Jatim ini, berseiringan dengan komitmen peningkatan kualitas layanan wisatawan. Dimana, berdasarkan penelitian Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Jawa Timur, kadar oksigen Giliyang lebih tinggi dari kadar oksigen rata-rata sebesar 20 persen. Sehingga, Pulau Giliyang pada 2015 dicanangkan sebagai obyek wisata kesehatan memiliki kadar oksigen terbaik kedua di dunia.

Selain itu, Pelabuhan Dungkek akan menjadi pelabuhan alternatif. Mengingat Pelabuhan Kalianget sudah kelebihan kapasitas kegiatan bongkar muat barang maupun penumpang.

Sumber : https://lenteratoday.com/gubernur-berharap-pelabuhan-dungkek-menjadi-pendorong-ekonomi-sumenep/